Transaksi Macet, Rafli Temui Komisaris BSI -->

Transaksi Macet, Rafli Temui Komisaris BSI

Saturday, 24 April 2021


Banda Aceh - Corporate Secretary PT Bank Syariah Indonesia Tbk meminta maaf atas ketidaknyamanan nasabah selama ini di Aceh. Baik saat bertransaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) yang sering kosong, maupun gagal transfer sebagaimana yang dikeluhkan masyarakat Aceh akhir-akhir ini, setelah sebelumnya anggota DPR RI Rafli juga sempat bertemu dengan Komisaris independent Bank syariah yang baru beroperasi seiring diberlakukannya Qanun Lembaga Keuangan Syariah di Aceh, pada Jumat 23 April 2021, di Kota Banda Aceh.

"Persoalan sistem bank syariah Indonesia yang terganggu kita harap segera diatasi, agar transaksi ekonomi ditengah masyarakat di Aceh kembali lancar. Kita juga sudah bertemu komisaris independent Bank Syariah Indonesia membahas hal ini, insyaallah kita harapkan kendala kendala seperti ini tidak terjadi lagi sehingga Aceh sendiri di masa depan bisa menjadi roll model penerapan ekonomi syariah di tanah air" Ujar Rafli

Komisaris Independen PT Bank Syariah Indonesia (BSI), M. Arief Rosyid Hasan menyampaikan permohonan maaf terkait layanan anjungan tunai mandiri (ATM) yang sering kosong dan transfer sering gagal sebagaimana dikeluhkan nasabah selama ini.

"Sehubungan dengan pemberitaan mengenai kesulitan nasabah yang melakukan transaksi di Aceh, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini,” kata Komisaris Independen PT BSI, M. Arief Rosyid Hasan, usai pertemuan dengan politisi PKS Rafli

seiring pemberlakuan Qanun Syariah di Aceh, Hadir Bank Syariah Indonesia sebagai lembaga perbankan syariah. Bank ini berdiri pada 01 Februari 2021 pukul 13.00 WIB. Pada 1 Februari 2021, bank ini merupakan hasil merger anak perusahaan BUMN bidang perbankan diantaranya Bank Rakyat Indonesia Syariah, Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah menjadi Bank Syariah Indonesia.