Rafli Laksanakan Sosialisasi 4 Pilar di Aceh Selatan -->

Rafli Laksanakan Sosialisasi 4 Pilar di Aceh Selatan

Friday, 18 September 2020

Aceh Selatan - Sosialisasi 4 Pilar menjadi bagian dari kegiatan wajib setiap anggota DPR / MPR RI terhadap konstituennya di Daerah Pemilihan masing-masing.

Anggota DPR RI Asal aceh, Rafli misalnya melakukan sosialisasi tersebut dilakukan untuk membumikan nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar MPR RI tersebut kepada masyarakat

Pada kesempatan itu Rafli menyampaikan "Tantangan yang kita hadapi saat ini tidak lagi satu arah, melainkan banyak arah termasuk melalui media sosial yang hal itu harus diimbangi dengan berbagai pendidikan karakter sesuai kearifan lokal untuk menilai nilai nilai kebangsaan" Jelasnya Jumat, 18 September 2020

Secara detail, di hadapan peserta sosialisasi politisi PKS itu menjelaskan satu demi satu pilar kebangsaan.

Pilar pertama yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara, semestinya dilaksanakan dalam kehidupan pribadi, berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sila pertama menjadikan kita bangsa yang religius. Bila kita mengamalkan sila pertama, kita akan menjadi bangsa yang religius, rukun antar umat beragama dan memiliki toleransi yang tinggi.

Sila kedua merupakan dasar hubungan sosial dan budaya antara semua masyarakat Indonesia. Bahwa manusia harus bertindak dan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang memiliki derajat yang sama.

Sila yang menggambarkan kekayaan dan keanekaragaman budaya dan corak bangsa Indonesia, yang bersatu dengan Pancasila.

Sila menggambarkan karakter bangsa yang mencintai musyawarah, yang sudah menjadi ruh bangsa Indonesia dan dicontohkan oleh para pendiri bangsa.

Sila menjamin keadilan dan pemerataan kesejahteraan seluruh warga negara dari Sabang sampai Merauke.

Pilar kedua adalah Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara. Pembukaan UUD 1945 menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang pandai bersyukur.

Dengan menggunakan kalimat “Atas rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan keinginankan oleh keinginan luhur, yang berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan kemerdekaannya” menunjukkan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia bukan hadiah dari bangsa manapun. Namun kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan para pendahulu bangsa dengan rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

Pilar ketiga menjelaskan bentuk negara yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berbentuk Republik. Pilihan bentuk negara merupakan komitmen bersama para pendiri bangsa sejak awal berdirinya negara Indonesia. NKRI juga dipandang sebagai menjadi bentuk negara yang paling tepat untuk mewadahi ide persatuan bangsa yang ditinjau dari berbagai latar belakang. Negara Kesatuan yang hanya memiliki satu kepala pemerintahan yang mengatur seluruh kepala daerah yang berada dibawah koordinasinya.

Pilar keempat yaitu Bhinneka Tunggal Ika menjadi Semboyan Negara Republik Indonesia. Berbeda-beda tetapi satu jua, relevan dengan keperluan strategis Bangsa Indonesia. Walaupun Indonesia terdiri dari banyak suku, agama, ras, budaya, adat, dan bahasa, namun tetap satu kesatuan sebangsa dan setanah air.

Sebanyak 150 orang terdata mengikuti kegiatan yang dilaksanakan disalah satu gedung pertemuan kawasan setempat, Hadir pada kegiatan tersebut anggota DPR RI Rafli, Para Pemteri dari unsur akademisi, sejumlah tokoh masyarakat, dan peserta yang mengukuti kegiatan sakral kebangsaan DPR / MPR RI tersebut