Banyak "Warung Kopi" Bukan Indaktor Aceh Aman -->

Banyak "Warung Kopi" Bukan Indaktor Aceh Aman

Tuesday, 3 September 2019

Banda Aceh - Tgk Junaidi Mantan TNA/GAM wilayah Perlak Aceh Timur menanggapi pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla paska berkunjung ke Aceh, ia menilai pernyataan terkait situasi keamanan di Aceh tidak semerta-merta dilontarkan JK begitu ke publik, pasti beliau mendapat laporan dari pejabat di daerah.

Junaidi mempertanyakan hal siapa yang melaporkan perkembangan situasi keamanan di Aceh kepada Bapak Jusuf Kalla saat kunjungannya ke Aceh Senin 2/9/2019? "Yang terlihat terus berada disamping Pak JK adalah Plt. Gubernur Aceh yang juga satu mobil dengan dengan Wapres RI tersebut." tegas Mantan TNA GAM Aceh Timur.

Menurut penilaian Junaidi, pada saat berada didalam mobil, mungkin Nova sempat menceritakan kepada Wapres bahwa kondisi Aceh sudah kondusif dan ekonomi sudah mulai tumbuh seperti terlihat sudah banyak warung kopi yang dibangun, sambil menunjuk kearah kiri dan kanan jalan di Banda Aceh yang penuh dengan warung kopi. 

Penjelasan Plt tersebut membuat  Wapres merasa surprise karena waktu kunjungan terakhir dirinya ke Aceh mungkin jumlah warung kopi belum sebanyak sekarang ini. Sampai-sampai Wapres terkesima menceritakan hal tersebut kepada warga Sumatra Barat pada saat pertemuan setelah meninggalkan Aceh.

“Saya tadi baru dari Aceh. Sebelumnya kita terus bicarakan masalah Papua. Pertanyaan yang timbul, Aceh aman setelah 15 tahun, setelah perdamaian kita lakukan. Kenapa hasilnya beda? Papua tetap selalu bergejolak sampai kemarin. Tapi Aceh Alhamdulillah orang sudah buka Warung Kopi dan lain sebagainya. Ini menandakan bahwa sesuatu atau daerah memiliki karakter atau cara untuk menanganinya yang berbeda-beda,” kata JK saat menghadiri acara silaturahmi bersama pemerintah dan masyarakat Sumatera Barat di Padang, Senin (2/9/2019) malam.
Mungkin Wapres Jusuf Kalla berfikir setelah 14 tahun damai, Aceh sudah semakin kondusif dengan tumbuhnya warung kopi dimana-mana. Berbeda dengan Papua yang harus ditangani dengan memahami karakter daerahnya sendiri. 

Selaku mantan kombatan GAM, Junaidi merasa kecewa dengan laporan ABS "Asal Bapak Senang" yang dilaporkan ke Wapres bahwa kondisi Aceh sudah kondusif. "Padahai kondisi dilapangan ureung deuk-deuk troe gadoh preh janji-janji MoU, peu lom ka 14 thon ka (padahal kondisi dilapangan orang kenyang-kenyang lapar menunggu janji-janji MoU, sudah 14 Tahun apa lagi!)," tambah Junaidi dalam bahasa Aceh. 

Di akhir, Junaidi mengharapkan kepada Plt agar lebih baik diam untuk berbicara masalah Perdamaian Aceh, karena Plt Gubernur Aceh bukan pelaku sejarah. "Leubeh get geu iem droe meunyoe hana meuphom persoalan dan bek salah jep ubat jak bie info hana sesuai ngoen kondisi lapangan, Waallahualam Bissawab (lebih baik diam kalau tidak paham akar permasalahan, dan jangan salah minum obat untuk memberikan laporan tidak sesuai dengan kondisi lapangan)," tegas Junaidi yang paham benar kondisi dilapangan seperti apa (RM)