Nahrawi Noerdin, The Energy Of Aceh -->

Nahrawi Noerdin, The Energy Of Aceh

Friday, 14 June 2019

Sekian banyak produk bisnis berhasil dijalankan oleh seorang Pengusaha minyak asal Aceh, Nahrawi Noerdin. Brand terbaru miliknya yang baru - baru ini dibuka, langsung mencuat dikalangan penikmat kuliner. D' Energy Cafe & Aceh Traditional food sekaligus menjadi destinasi kuliner baru dibatas Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar, sejak diresmikan pada 25 Maret 2019, oleh Komisaris Utama PT Pertamina, Tanri Abeng, D' Energy  dengan jarak tempuh hanya 10 menit dari Bandara SIM digadang - gadang sebagai Primadona Jl Sukarno Hatta, Komplek SPBU Lamsayeun, tempat Restoran bermuatan 250 tamu itu berada.

View salah satu sisi D'Enegy Cafe
D' Energy sendiri merupakan dedikasi Raja Minyak Aceh masa kini, Nahrawi Noerdin, dalam upaya melestarikan cita rasa kuliner Aceh agar menjadi pilihan selera publik, terbukti restoran bergaya Aceh modern itu selain langsung disambut hangat sebagai tempat nyaman untuk pertemuan masyarakat dan pejabat publik lokal, sempat juga di kunjungi sejumlah artis papan atas seperti Zaskia Sungkar, serta idola baru musik dangdut Faul Lida Indosiar dan lainnya, serta cawapres Sandiaga Salahudin Uno yang tepincut dengan rasa mie Aceh ala D' Energy.

Namun siapakah Nahrawi Noerdin yang bergerak dari bisnis migas hingga kuliner, dirasa layak menjadi referensi dalam menjalankan bisnis, terutama bagi Pemuda Aceh selanjutnya ?

Berikut perjalanan ketekutan Boss Awi, julukan untuk Nahrawi Noerdin yang dipopulerkan masyarakat.

Ketekunan dan kerja keras menjadikan Nahrawi Noerdin sukses kembali memutar roda bisnisnya. dengan Bendera Pasha jaya group, bisnisnya merambah ke berbagai bidang, dari transportir BBM Pertamina, Agen BBM Industri, hingga Kontraktor di wilayah aceh dan sumatra utara. Bagaimana si 'Raksasa kecil' itu bangkit dari keterpurukan pasca Tsunami Aceh ?

Rumah tak jauh dari pantai Ulee lheue itu saksi bisu keganasan tsunami sekian tahun lalu, yang meluluh lantakkan Nanggroe Aceh Darussalam. rumah bercat kuning itu salah satu 'sisa' bangunan yang utuh saat musibah, sihingga Pemkot Banda Aceh mengabadikannya menjadi situs monumen musibah tsunami. "itu rumah saya...!" tutur Nahrawi Noerdin dengan suara tecekat. Bayangan keluarga yang 'mendahului'nya seolah kembali menari dipelupuk mata.

Pada Minggu 26 Desember 2004 - di hari musibah terjadi, seluruh keluarga besar Nahrawi memang lagi berkumpul untuk syukuran, kerena besoknya (Senin) ibunda Nahrawi 'Ny. Farida' akan masuk asrama untuk pemberangkatan haji. maka saat Minggu pagi tsunami menerjang, keceriaan itu harus berakhir. "Seluruh keluarga saya menjadi korban dalam musibah itu. semua habis," kata Nahrawi pelan, sambil menatap kuburan massal di dekat rumah 'kuning', rumah beribu kenangan.

Pria kelahiran Gampong Lambung-Ulee Lheue NAD sekitar 44 tahun lalu itu selamat dari musibah, karena saat kejadian tidak berada di rumah. Nahrawi hidup sebatang kara, dengan menanggung sedih sebagaimana dirasakan kebanyakan warga aceh pada saat itu. Namun dia tidak mau terus meratap. "Dengan modal 25 juta (dana yang seharusnya untuk menghajikan sang bunda) saya memulai usah. Saya yakin, asal mau Insya Allah bisa," ujar Nahrawi.

Langkah pertama diawali dengan mendirikan PT. Pasha Jaya pada 05 Mei 2004 yang berusaha menjalin kerjasama dengan Pertamina, mengingat orang tuanya Haji Mohammad Noerdin sejak tahun 1980-an menjadi dealer elpiji dengan bendera PT. Loonmita Gah. Dan ternyata usaha itu tidak sia-sia. Gayung bersambut, Pertamina mempercayakan transportir/pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada Pasha Jaya.

Imbas tsunami masih begitu terasa saat Pasha Jaya memulai kiprahnya Maret 2005. "Dibawah bendera Pertamina, kami terlibat langsung masa-masa rehabilitasi dan rekontruksi pasca tsunami Aceh dalam distribusi BBM yang sangat fital untuk mendukung proses recovery penanganan bencana saat itu, "jelas Nahrawi.

BBM Industri

Seiring perjalanan waktu, Pasha Jaya terus berkembang pesat dan mendapat kepercayaan besar dari Pertamina dan dunia industri. Bila di awal berdirinya, hanya memiliki tiga mobil tangki, pada saat kuartal keempat 2010 perusahaan itu telah memiliki lebih dari 60 mobil tangki untuk mengangkut berbagai jenis BBM pertamina, dari solar, premium, pertamax, MFO, hingga minyak tanah.
"Alhamdulillah saat ini kami melayani pengangkutan BBM untuk kebutuhan sebagian besar SPBU Pertamina di wilayah provinsi Aceh. Selain itu, armada mobil tangki kami juga mengangkut BBM untuk kebutuhan PLN wilayah Aceh dan kebutuhan Industri lainnya di Aceh dan Sumatra Utara," tambahnya.

Bintang terang tidak berhenti sampai di situ. Sejak 2007, ketika Pertamina mulai menerapkan strategi pemasaran BBM untuk industri melalui sistem keagenan, Pasha Jaya ditunjuk menjadi salah satu agen BBM Industri Pertamina untuk wilayah Sumatra Utara dan Aceh.

Melihat kiprahnya selama ini, tidak sulit bagi Pasha Jaya untuk merebut hati kalangan industri Aceh dan Sumatra Utara. Dalam waktu singkat puluhan perusahaan besar telah mempercayakan kepadanya untuk memasok BBM Industri pertamina bagi kebutuhan mereka, dari perusahaan semen, tambang, kontraktor, pelayaran, perkebunan, alumunium, hingga pengelola bandara.

Keberhasilan dibidang transportasi BBM dan pemasaran BBM di kalangan industri ternyata mendorong perkembangnya usaha lain seperti pengelola jasa tenaga kerja penunjang, jasa tenaga pengamanan, kontaktor pembangunan SPBU, juga pengadaan alat-alat operasional project. Berangkat dari kepercayaan konsumen, Pasha Jaya membuat beberapa divisi, dari Divisi Transportir BBM, Divisi BBM Industri, Divisi Kontruksi, Divisi Outsourcing dan PAM, Divisi Car Sevice, serta Divisi Supplier.

Anak Perusahaan

Perkembangan bisnis yang menggembirakan itu mendorong Pasha Jaya berubah menjadi group usaha, dinamakan Pasha Jaya group, dan mendirikan sejumlah anak perusahaan. Di Medan didirikan koresi PT. Centro Auto Jaya, yang bergerak dibidang pembuatan tangki BBM bagi mobil, tangki pendam SPBU, pengecetan mobil, perbaikan body mobil, pengelasan, dan lainnya.

Anak perusahaan lain yang cukup menonjol adalah PT. Capital Eco Energy. Perusahaan ini sejak 2011 mendapat kepercayaan dari produsen ban kelas dunia, michelin, sebagai distributor tunggal untuk wilayah Aceh.

PT. Loonmita Gah rintisan sang ayah, yang sempat kolaps saat bencana tsunami, dihidupkan kembali sebagai anak perusahaan Pasha Jaya mulai 2005, yang begerak sebagai dealer elpiji Pertamina. hasilnya? sangat mengembirakan. Tiga tahun berturut-turut berhasil meraih penghargaan The Best Agent of LPG dari Pertamina region I, karena berhasil memasarkan LPG 12 kg lebih dari 20 ribu tabung/bulan selama tiga tahun berturut-turut. sehingga Loonmita Gah didaulat menjadi salah satu agen LPG Pertamina terbesar di wilayah Sumbagut.

Seiring dengan kebijakan rayonisasi LPG yang dilakukan Pertamina, Pasha Jaya Group juga mendirikan tiga anak perusahaan. PT. Nagah Beusare Jaya dan PT. Noerman Group memasarkan LPG 12 kg di Aceh, sedangkan untuk menjalankan bisnis pemasaran LPG 3 kg di wilayah yang sama, didirikan PT. Indung Tulot Energy. Yang membanggakan, Indung Tulot Energy yang semula bernama UD Nahrawi ini, pada kuartal pertama 2011 berhasil meraih penghargaan dari Gasdim-Pertamina sebagai 'Agen terbaik' untuk pemasaran LPG 3 kg di Provinsi Aceh.

"Semua pencapaian ini merupakan kerja bersama, manajemen dan para karyawan Pasha Jaya Group, termasuk dukunagan Bank Mandiri. Kami bersyukur bersinergi dengan Bank Mandiri, karena bukan hanya memiliki fasilitas, kenirja dan layanan yang prima, tapi benar-benar mengetahui modal bisnis kami. Beragam masukan rekan-rekan di Bank Mandiri, semakin memperlancar bisnis kami," kata Nahrawi.

Menurut Mardius Maharani, Team Leader Busines Banking Floor  Bank Mandiri, bisnis Pasha Jaya group memang bagus dan prospeknya ke depan sangat menjanjikan. "Komitmen Pasha Jaya Group 'Melayani dengan Hati' selama ini betul-betul dijalankan dengan baik," jelasnya.

Selama mendampingi perusahaan itu, Mardius menilai, selain Manajemen Pasha Jaya Group  memang sangat bagu, kepemimpinan Nahrawi juga menjadi kunci sukses. "Karena background agama yang kuat, Nahrawi selalu ingin bermanfaat bagi sesama. Seberapa sukses ia dapat, sebisa-mungkin orang lain juga merasakan. Didukung tim manajemen yang dikomandoi Dalil Sutekad, profesional yang saat ini menjadi komisaris Pasha Jaya Group, jalan mulus bisnis Pasha Jaya terbentang luas, sebagai buah dari kerja berjamaah (bersama)," ujar Mardius.



Geliat bisnis Pasha Jaya Group telah terasa di Bumi Tanah Rencong dan sekitarnya. Ke depan perusahaan itu telah menyiapkan strategi ekspansi usaha pemasaran BBM dalam lingkup yang lebih luas, merambah ke wilayah-wilayah lain di negeri ini. Apakah mampu? "Asal mau, Insya Allah bisa," tegas Nahrawi.