Majelis Seniman Aceh Desak Pemerintah Ragulasikan Qanun Seni Budaya -->

Majelis Seniman Aceh Desak Pemerintah Ragulasikan Qanun Seni Budaya

Sunday, 23 June 2019

Banda Aceh - Halal bi halal para seniman Aceh berlangsung Sabtu Malam (22/06) di UPTD Taman Budaya Aceh, Kota Banda Aceh.

Kegiatan bertajuk silaturrahmi syawal itu menghadirkan performa para seniman kawakan Aceh diantaranya; Rafli (DPR RI terpilih 2019 - 2024), Joel Pase, Udin Pelor, Sarjev, Nazar Apache13, Zoel Kirbi, Apa Kaoi, serta sejumlah sastrawan lokal.

Ketua Majelis Seniman Aceh (MASA) Syamsuddin, pada sambutannya memaparkan  "MOU Aceh - RI dan turunannya juga mengatur tentang Seni Budaya, maka izinkan kami lakukan Khanduri Peusijuk Nanggroe, dengan cara yang sudah diwariskan oleh indatu" Ujar seniman Aceh yang populer dengan nama Ayah Panton

"Harapan kami agar Pemerintah Aceh segera merealisasikan Qanun Seni Budaya tentang pendirian MASA sebagai lembaga keistimewaan Aceh" Harapnya

Para seniman Aceh, menurutnya turut berperan dalam penyembuhan trauma pasca perang GAM - RI dan Tsunami kala itu.

"Bek urusan Qanun pih payah tanyeng bak Jakarta, (Jangan urusan Qanun saja harus bertanya ke Jakarta), Pu talake bak Jakarta, Bek an ji bri keu tanyoe, Meu keu droe jih tan, (Apa yang bisa kita harap sama Jakarta, jangan kan di beri untuk kita, untuk dirinya sendiri saja tidak punya), cita - cita Aceh zaman Ini jangan melompong seperti ikrar Lamteh" Tegas Syamsuddin

Menjadi penasehat MASA, Proffesor Yusni Sabi, dalam sambutan malam tadi menyampaikan "Seni budaya adalah identitas bangsa, Budaya berperilaku baik, akan meciptakan bagsa yang baik, hal ini perlu dimulai oleh pelaku budaya" Ujarnya

Mantan Rektor UIN Ar Ranirry itu juga mengajak agar para seniman Aceh tidak berbudaya sombong "Jangan pernah sombong, mari satukan kekuatan yang ada dari beragam objek masing - masing seniman geluti, saya harap semua ikhtiar ini tertulis sebagai dokumen" Ajak tokoh Aceh alumni Temple University Amerika 

Turut hadir pada Acara yang berlangsung hingga tengah malam tadi, Professor Yusni Sabi dan Professor Darwis Soelaiman, beserta pengunjung. (ry)