BEM FH USK Menyayangkan Tindakan Aparat Keamanan Aksi Demo Jakarta -->

BEM FH USK Menyayangkan Tindakan Aparat Keamanan Aksi Demo Jakarta

Thursday, 23 May 2019

Banda Aceh - berdasarkan kejadian yg terjadi di ibukota negara Indonesia pada tanggal 21 mei 2019 ribuan masa yang turun kejalan dalam menyampaikan aspirasinya sangat disayangkan , karena dalam gerakan tersebut banyak perlakuan pihak aparat kemanan melakukan tindakan yang tidak sewajarnya , sampai senjata api laras panjang kerap di gunakan.

Dalam kajian Biro Solpolhum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiahkuala membedah beberapa aturan yang digunakan dalam hal menyampaikan aspirasi dimuka umum , menurut UU No.9 Tahun 1998 "tentang kemerdekaan menyampaikan pendapat dimuka umum " , pihak kepolisian bertindak tidak lagi pada aturan main atau SOP, "dalam Perkap no. 1 tahun 2009 jelas dituliskan bahwa pihak kepolisian bisa menggunakan senjata api laras panjang apabila kejadian di lapangan sudah tidak kondusi, prilaku kejahatan atau tersangka menyebabkan luka parah dan kematian anggota polri atau masyarakat" ujar kepala Biro SOSPOLHUM BEM FH USK Aminullah dalam konsuludasi FH USK.

"Berdasarkan vidio-vidio yang beredar di sosial media , pihak kepolisian menggunakan senjata api laras panjang , lantas itu adalah prilaku yang sangat disayangkan sampai memakan korban jiwa" lanjuta wakil biro SOSPOLHUM BEM FH USK. Sejauh ini korban jiwa dari gerakan tersebut mencapai 6 orang .

Dan berdasarkan kejadian tersebut BEM FH Usk sangat menyangkan serta menentang keras adanya tindakan represif dari aparat terhadap massa yang sedang berusaha menyampaikan aspirasi yang secara regulasi dilindungi didalam konstitusi tepatnya pada pasal 28E ayat (3) UUD 1945, tutup wakil biro sospolhum BEM FH USK M Subhan Amir (R8)