Pendidikan Politik Dalam Lagu Rafli -->

Pendidikan Politik Dalam Lagu Rafli

Monday, 15 April 2019

BANDA ACEH - Pengaruh syair lagu Rafli yang bermuatan pendidikan politik sejak Aceh masih konflik erat hubungannya dalam upaya memberi edukasi politik bagi rakyat Aceh yang sesuai dengan kearifan negeri berjulukan Serambi Mekkah itu.

Rafli yang saat ini masih sebagai anggota DPD RI, mengatakan kepada media, "Lagu-lagu saya sejak era konflik memang bermuatan cita-cita sebagai bentuk kegundahan semesta Aceh bahwa pertikaian dan kesewenang-wenangan benar menyengsarakan rakyat. Alhamdulillah Aceh sudah damai. Ubat hate Allah Allah, ubat susah rame syedara." Sebuah kutipan dari lagu Rafli yang sangat populer.

Menurut Rafli, syair lagunya selain berisi ajakan perdamaian kala itu juga sebagai upaya untuk mengajak kembali masyarakat Aceh mewujudkan kepedulian dan kasih sayang, yang monumental ini.

"Ikhtiar kita di pentas politik nasional adalah bagaimana Aceh merekonsiliasi batin demi terwujudnya kemandirian bangsa Aceh dalam harkat martabat pemerintahan Indonesia," kata pria perawakan sederhana usia 51 tahun itu

Di mata Rafli, pascatsunami adalah momen penting sekaligus era keberuntungan bagi Aceh yang harus kelola secara baik dan ini belum terlambat. "Oleh karenanya mari kita wujudkan konsep pembangunan yang terintegrasi dan pastikan berorientasi kepada kemaslahatan umat," ajak Rafli.
Terakhir, Rafli mengajak segenap rakyat Aceh untuk menghidupkan kesadaran bahwa kita Aceh adalah bangsa yang sudah berkontribusi lama dengan masyarakat dunia dan mari kembali membuka hubungan diplomasi.

"Wahai syedara... memang tidak mudah menggapai asa yang menggantung jarak impian. Kemudilah, hati yang berlabuh dideru angin hingga ke tujuan. Tambatkan cinta di dahan karang yang tak rapuh didebur zaman, topanglah wahai lautan, biduk cinta jangan karam. Badaimu diteduhkan, topanmu dilembutkan, gerah ditiadakan, dahaga pun tak akan. Bahagialah semesta Aceh lahir dan batin. Insyaallah, amin ya rabbal 'alamin. Terima kasih atas segala doa dan dukungan." Syair Rafli menutup kalimat pagi itu Jumat (12/04/2019). Wasalam (*)