YACW: Pengerjaan Pembangunan Jaringan Irigasi D.I. MON Seuke Pulot Bireuen, Diduga Menyimpang -->

YACW: Pengerjaan Pembangunan Jaringan Irigasi D.I. MON Seuke Pulot Bireuen, Diduga Menyimpang

Thursday, 14 February 2019

Bireuen - Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Jaringan Irigasi D.I. MON Seuke Pulot Bireuen anggaran Otsus Aceh tahun Anggaran 2018 Pada Dinas Pengairan Aceh diduga ada penyimpangan.

Demikian hasil Investigasi tim Lembaga Pemantau Korupsi Yayasan Aceh Corruption Watch (Y. A. C. W.).

Pengawas YACW, Hendra Gunawan setelah meninjau langsung ke lokasi proyek untuk membantu keluhan
warga setempat ditemukan beberapa penyimpangan, antara lain menyampaikan, "pekerjaan bendung
pada pekerjaan tanggul dan pekerjaan menutup kembali pengelak yang dikerjakan dilapangan, Volumenya tidak sesuai dengan Volume yang ada pada Kontrak terutama pada item Pekerjaan; galian tanah, pemasangan geotekstil, dan pemasangan batu Uk. 250 – 1000 kg, typikal yanggul di lapangan Volume galian tanah yang dibuang dilokasi" Ujarnya

Senada itu YACW melalui Hendra Gunawan juga mempublikasi dugaan penyimpangan Pada "Pekerjaan Saluran" Induk Ruas I Volume yang dikerjakan di lapangan tidak sesuai dengan Volume yang ada di kontrak terutama pada item pekerjaan, galian yanah biasa (AB), galian tanah berbatu (AB), galian tanah biasa dan tanah berbatu (AB) diangkut L = 500 M, timbunan tanah didatangkan dipadatkan (AB), Pasangan batu dan pembesian, serta pasangan batu di lokasi galian tanah yang dibuang" Ungkap Hendra

Usai melakukan klarifikasi ke Dinas Pengairan Aceh di Banda Aceh ,Kamis (14/02/2019) Hendra Gunawan juga menyinggung Waktu Pelaksanaan Proyek, Menurutnya "Masa pelaksanaan pekerjaan selama 168 hari kalender (sesuai dengan dokumen lelang) telah habis tetapi dilokasi masih ada pekerjaan yang dilakukan, sehingga YACW menyimpulkan berdasarkan hasil temuan-temuan itu Pekerjaan yang dikerjakan diduga menyimpang, tidak sesuai dengan Spek Teknis hingga merugikan Negara sekitar sebesar Rp. 3.500.000.0000,-00 ( Tiga Milyar Lima Ratus Juta Rupiah )"

Hingga berita ini diturunkan, kendati YACW sudah mendatangi Dinas Terkait, belum juga mendapatkan data RAB dan gambar proyek serta dokumen pelaksanaan anggaran versi Dinas Pengairan Aceh, setelah sebelumnya surat permohonan informasi telah dilayangakan.

"Kemarin dan Pagi tadi kami mengunjungi Dinas Pengairan hendak bertemu Kadis, setelah bikin janji sebelumnya. Namun hanya sempat bertatap muka dengan Kadis. Belum sempat klarifikasi karena Kadis sedang sibuk dengan kegiatan lain, selanjutnya kita harap pihak Dinas Kooperatif dalam hal ini" Tutup Hendra R1)