Pagi ini, Mahasiswa Aceh Demo Cabut Mandat WN Malik Mahmud -->

Pagi ini, Mahasiswa Aceh Demo Cabut Mandat WN Malik Mahmud

Monday, 28 January 2019

BANDA ACEH – Terpilihnya Malik Mahmud memimpin kembali Lembaga Wali Nanggroe (WN) terus mendapat sorotan pro maupun kontra dari berbagai pihak, Minggu, (27/1/2019).

Tak terkecuali oleh Gerakan Mahasiswa Pemuda Aceh (GEMPA) yang kontra penetapan kembali Malik Mahmud sebagai WN mengaku siap gelar aksi demo di Gedung DPRA sebagai hasil Nota Keberatan yang mereka layangkan pada Rabu, 23 Januari 2019.

Berdasarkan persrilis yang diterima media ini, Husnul, Korlap Aksi Demonstrasi Cabut Mandat Malik Mahmud di depan DPRA yang direncanakan esok, Senin, 28 Januari 2019 menguraikan duduk pertahapan mengapa mesti menggelar aksi demo.

“Ini waktu yang sudah kami lampirkan dalam Surat Nota Keberatan kepada DPRA, terhitung dari sejak 22 Januari yang lalu, aksi demo esok hari sudah kami beritahukan, juga sudah komunikasi dengan pihak keamanan, terlepas mereka tidak merespon, itu soal lain,” ungkap Husnul.

Sebelumnya melalui media juga disampaikan terkait dengan Kesepakatan Taman Ratu Safiatuddin Hasilkan Opsi Cabut Mandat Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe.

GEMPA menilai terpilihnya Malik Mahmud sebagai Wali Nanggroe akhir Desember 2018 tidak sesuai dengan Undang Undang Pemerintah Aceh yang termaktub dalam Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2013 atas perubahan Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Lembaga Wali Nanggroe.

“Tuntutan kami terlampir dalam Nota Keberatan kepada DPRA, gelar aksi besok pada Senin pagi juga tetap sama, meskipun sempat ada gangguan selama proses pengumpulan massa mahasiswa dari luar daerah, kami tetap lanjut,” tegas Husnul di hadapan aktivis mahasiswa, Rahmatun Phounna saat wawancara.

Beberapa wilayah di Aceh sudah bersedia turut bergabung dalam demonstrasi di depan Gedung DPRA Banda Aceh esok, kata Husnul.

Antaranya; dari Singkil sejak Minggu sore tadi sudah berangkat melintasi Subulussalam, terang Husnul. Terdapat sekitar 110 massa yang tergabung dari wilayah Nagan Raya, Meulaboh, Seumeulue maupun Abdya sebagai sentralnya di Meulaboh.

Selain itu, lanjutnya, Pidie juga hadir, Peureulak-Aceh Timur juga menginfokan hadir, sementara itu dari wilayah Pasee, Aceh Utara pun segera merapat ke Banda Aceh.

Demikian pula berbagai universitas dan lembaga di Aceh yang turut bergabung dengan gerakan tolak Malik Mahmud pimpin WN hadir juga dari mahasiswa dan komunitas pemuda di Banda Aceh.

“Kita tetap optimis memperjuangkan agar mandat Malik Mahmud segera dicabut DPRA, sebagaimana isi Nota Keberatan yang kami sampaikan kepada DPRA, demo berlangsung sampai Malik Mahmud segera meletakkan jabatan WN,” pungkas Husnul. (*)