Peringatan Hari Pagerwasi Di Bali -->

Peringatan Hari Pagerwasi Di Bali

Thursday, 18 October 2018

DENPASAR - Bertepatan dengan Hari Pagerwesi, Rabu (17/10/2018) Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Golose bersama Ketua Bhayangkari Daerah Bali Ny. Barbara Golose, Wakapolda Bali Brigjen Pol I Wayan Sunartha, Pejabat Utama dan Kapolres Karangasem serta personel Polda Bali melaksanakan persembahyangan ke Pura Lempuyang Luhur.

Sebelum naik ke puncak luhur, diawali dengan persembahyangan bersama di Pura Lempuyang Madya dan Pura Pasar Agung.

Lebih dari 1.700 anak tangga dilewati Kapolda Bali dengan penuh semangat dan tanpa menunjukan rasa lelah sedikit pun.

Tiba di Pura Lempuyang Luhur, rombongan Kapolda melaksanakan upacara melukat (penyucian diri) yang dipimpin Jro Mangku Wangi.

Irjen Pol Petrus Golose mengatakan, upacara persembahyangan bertujuan memohon keselamatan sekaligus mengucapkan rasa syukur kepada Tuhan atas segala anugerah yang diberikan selama ini.

Tidak hanya itu, persembahyangan ini juga untuk mendoakan situasi Kamtibmas di Bali agar tetap aman menjelang Pilpres dan Pileg 2019.

“Saya baru pertama kali sembahyang ke Pura Lempuyang Luhur. Karena harus menapaki tangga menanjak sampai ribuan anak tangga, maka saya harus menyiapkan fisik dan yang paling penting adalah hati tulus suci,” ujarnya.

Kapolda mengaku senang bisa sembahyang ke pura ini, karena dapat menikmati kemurnian alam yang berada disekitar Pura Lempuyang Luhur.

Seperti keindahan lembah, pemandangan Gunung Agung serta pesisir Bali Timur yang terlihat menakjubkan.

Selain itu, pohon-pohon tropis tumbuh subur sehingga cocok menjadi paru-paru Pulau Dewata.

Persembahyangan Kapolda Bali dalam rangka Hari Pagerwesi di Pura Lempuyang Luhur diakhiri dengan penyerahan dana punia kepada Jro Mangku Wangi.

Usai sembahyang, rombongan Kapolda Bali berinisiatif membersihkan sampah plastik yang berada di sekitar lokasi.

Usai melakukan persembahyangan, Petrus Golose memimpin rombongan dalam membersihkan lingkungan disekitar Pura Lempuyang Luhur, Karangasem.

Dengan perlengkapan seadanya, kami memungut sampah yang berserakan di Pura Lempuyang Luhur dan di sepanjang jalur utama menuju pura. Hasilnya, kami berhasil mengumpulkan sampah yang sebagian besar terdiri dari sampah plastik,” ungkap Petrus Golose.

Disampaikannya, selain sebagai Pura Sad Khayangan, Pura Lempuyang Luhur juga dijadikan sebagai obyek wisata.

Jalur utama menuju pura ini juga dijadikan sebagai jalur traking mendaki oleh wisatawan asing.

Menurut jenderal lulusan Akpol tahun 1988 ini, kawasan pura harus tetap bersih, karena akan menjaga kesucian pura itu sendiri.

Selain itu, apabila sudah bersih, maka wisatawan yang datang ke Bali khususnya di Pura Lempuyang Luhur akan bertambah.

“Ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan, sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat Bali untuk tetap menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya.