Rainas 2017 Berlangsung, Pramuka Asal Simeulu Aceh Belum Mendapatkan Tempat -->

Rainas 2017 Berlangsung, Pramuka Asal Simeulu Aceh Belum Mendapatkan Tempat

Wednesday, 16 August 2017

Jakarta - Raimuna Nasional (Rainas) XI 2017, mempertemukan sekitar 15.000 Pramuka Panegak - Pandega Se - Indonesia terpilih, guna berkumpul, belajar berbagi dan bermusyawarah untuk missi Pramuka berkemajuan, namun dirasakan berbeda oleh kontingen Kwarcab Simeulu, Aceh. Bertapa tidak, kontingen asal Pulau yang ikut berdampak pasca terjangan tsunami Aceh 2004 lalu, seolah kembali merasakan pilunya, saat terdampar diluar arena tapak Perkemahan Raimuna Nasional XI 2017 Cibubur Jakarta Timur.

Informasi diterima media ini, Kwarcab Simeulu belum mendapatkan legalitas sebagai peserta hingga malam ke 3 pelaksanaan Rainas, dalam wawancara dini hari rabu (16/8/2017), Sekretaris Kwarcab Simeulu Ardianto kepada wartawan Mengatakan, "Setelah berkali-kali koordinasi, Hingga malam ini (16/8) belum direkomendasi Kwarda Aceh selaku pimpinan Kontingen Daerah Aceh sebagai syarat ikut serta, sementara panitia nasional melalui wapres perkemahan menyatakan tidak mempermasalahkan dan menerima keikutsertaan Simeulu, namun syarat untuk proses tetap harus melalui Pimpinan Kontingen Daerah (Konda) Aceh"

Tambah Ardi, "Setelah perwakilan kami jumpai Konda melalui sektretaris Kwarda, Tabrani, "pihaknya meminta Simeulu agar membuat surat permohonan dulu ke Kwarda Aceh untuk pendaftaran peserta Rainas"

"Saya rasa ini adalah pemanfaatan kesempatan dalam kesempitan oleh kwarda, pasalnya pihak panitia sudah menerima simeulu namun pihak Kwarda PAW terkesan mempersulit" kata Ardianto

Menyoal Simeulu tidak berkoordinasi sejak di Daerah dengan Kwarda, Ardianto mengaku kepastian Simeulu ikut Rainas baru didapat pada H-3 keberangkatan (9/8) karena dananya telat cair, disamping persoalan PAW pengurus Kwarda Aceh yang menurutnya belum terlihat wujud SK nya "Jika SK PAW diperlihatkan, diatas meterai 6000 saya tanda tangan surat permohonan yang diminta" Tegasnya

Melalui media ini Ardianto juga menyampaikan "Ada kontingen luar Aceh yang bernasib serupa namun sudah selesai permasalahannya, karena mereka tidak bermasalah dengan Kwarda nya.
"saat ini (16/8) kontingen cabang Pramuka Simeulu hanya bisa melihat kegiatan tapi tidak bisa mengikutinya, sempat juga satu anggota kita drop siang hari tadi, karena kondisi kesehatan menurun dan yang memilukan lagi adalah beban moral yang direrima adik-adik dan tentu saja hal ini jauh dari cita-cita Pramuka yang kita anut"

"Kontingen Simeulu sudah tiba di Jakarta sejak 12 agustus 2017, berjumlah 27 orang terdiri 19 orang peserta dan 8 pendampaing/official belum dikasih masuk, Arena kemah warga Rainas, sehingga berkemah di Arboretum Wana Bakti"

Dalam hal ini Meski Ardianto menyesalkan pernyataan ketua DKD Aceh, Yudi, yang Menyarankan kwarcab Simeulu untuk pulang, dengan nada "Tolong kakak bawa pulang saja adik-adik, karena jika tidak mendaftar dari pertama kami tidak bisa terima lagi" Papar Ardianto meniru ucapan Yudi Ketua DKD Aceh

Kontingen Simeulu Istrahat di Stan Pameran
Namun, saat dikonfirmasi, Yudi berkilah tidak berkata demikian "yang jelas saya tidak pernah bicara seperti itu" jawab yudi via wathsapp kepada media ini

Lepas dari semua kondisi tersebut, meski sudah menuju hari ke 3, Ardianto selaku Koordinator kontingen Simeulu hanya berharap Pramuka Simeulu diterima selayaknya peserta rainas lainnya, "kami hanya ingin diterima ikut serta Raimuna Nasional XI 2017, dan berharap DKD merangkul DKC, jangan terpengaruh dengan kondisi Kwartir Daerah Aceh pasca PAW yang beraroma Ilegal", Tutup Ardianto (R)