Kwarcab Simeulu Terlantar di Rainas ?, Berikut Jawaban Kwarda Aceh -->

Kwarcab Simeulu Terlantar di Rainas ?, Berikut Jawaban Kwarda Aceh

Wednesday, 16 August 2017

Jakarta - Persoalan yang dialami Kwarcab Seumeulu menjadi polemik dimedia sosial dan telah bias dari persoalan sebenarnya" Demikian Ka.Kwardari Aceh Ir H Jufri Efendi Msi Menanggapi.

Sebelumnya media ini mengkonfirmasi Sekretaris Kwarcab Simeulu soal isu "terlantarnya Simeulu" di Rainas 2017 yang beredar di Media Sosial FB.
melalui pesan Wathsapp Sekretaris Kwarcab Simeulu, Ardianto, Menegaskan "Kami tidak terlantar diluar perkemahan tapi kami didalam Buperta tepatnya di arboretum wana bakti, cuma kami tidak dapat kapling perkemahan dan tidak boleh ikut kegiatan. Kalo dikatakan terlantar kami tidak terlantar, Bahkan adik-adik tidur nya diaula yg ada AC nya" Tulis Ardianto via Pesan WA

Lebih lanjut, Jufri mengatakan, Kwarcab Seumeulu adalah salah satu dari 514 Kwarcab yang persyaratan utk mengikuti Rainas juga sama, Sejak awal hari pendaftaran buka, Kwarda Aceh telah mengirimkan surat, termasuk Juklak dan Juknis tentang Rainas dan prosedurnya, namun hingga masa pendaftaran berakhir dan Rainas dibuka,Kwarcab Seumeulu tidak pernah mendaftarkan diri"

"Pada saat kami tiba di Cibubur (12/8) kami mendapat laporan dari Ketua DKD, Kwarcab Seumeulu mendaftar sendiri tapi di tolak oleh panatia rainas, karena proses daftar melalui Kwarda"

Selanjuntnya hari ke 2 rainas (15/8) sekitar pukul 19.10 wib, kami dijumpai oleh 4 utusan kontingen Kwarcab seumeulu, terdiri dari dua pembina, bernama Rudi dan satu pembina Putri yg kami lupa namanya serta dua peserta didik yang mengaku DKC Seumeulu" 
"Dalam pertemuan itu, kami katakan bahwa Kwarda Aceh akan mendaftarkan, walau kami sesali kenapa terlambat dan berusaha mendaftar sendiri,

"Kemudian melalui Sekretaris Kwartir Daerah, menyarankan agar yang bertanggung jawab dr Kontingen Seumeulu membuat surat permohonan kepada Kwarda Aceh supaya dapat di daftarkan ke panitia rainas,

" Sekitar pukul 24.00 (16/8) Kak Rudi dan tiga orang lainnya perwakilan simeulu, melaporkan kembali kepada kami, bahwa penanggung jawab kontingen Seumeulu tidak bersedia menandatangani surat tersebut, namu kami katakan, Kakak saja yg tanda tangan supaya besok bisa diserahkan.

Disayang Jufri, banyak beredar berita yang menyudutkan Kwarda Aceh, menjadi polimik di medsos, "yang saya sayangkan sebelum ada tidak lanjut, namun berita yang menyudutkan Kwarda Aceh beredar diMedsos" 

Terkait kontingen Simeulu, Pemeritah Kab.Simeulu sendiri diakui Jufri, "Sekitar puku 01.00 Wib (16/8) Bupati Seumeulu telah menghubungi kami, dan telah kami jelaskan secara runut sejak awal kondisi"

"Bahwa Kwarda Aceh telah berusaha dangan sebaik mungkin agar seluruh Kontingen cabang yang hadir di Rainas sebanyak 18 cabang dengan memberikan fasilitas yang disediakan, seperti penjemputan di terminal kedatangan lengkap dengan konsumsi kedatangan, seragam kontingen Aceh dan bantuan uang perorang 250.000 yg di pergunakan oleh Kwarcab untuk bantuan camp fee kegiatan"

Jufri tambahkan,"Kwarda Aceh tidak dapat memaksa Kwarcab untuk mendaftar melalui Kwarda, jika Kwarcab tersebut tidak bersedia,Saat ini Kwarda Aceh hanya bisa menunggu surat permohonan untuk di daftarkan, dan kemudian berusaha agar adik- adik T/D Seumeulu bisa menjadi peserta Rainas"

Sebagai contoh, Jufri mengisahakan "kondisi Jamnas 2016 silam, "ada 5 Kwarcab yang tidak mendaftar melalui Kwarda Aceh, untuk kepentingan adik-adik peserta Jamnas waktu, satu hari sebelum pembukaan Jamnas kami jumpai Ketua Panitia Jamnas, agar menerima 5 Kwarcab yang tidak terdaftar sebagai peserta Jamnas, tetapi untuk Rainas kali ini, kebijakan itu tidak kami lakukan karena tuduhan yang tidak etis terhadap kami beredar di medsos"

Mengakhiri kalimatnya Ir Jufri "memohon maaf jika ada kesilapan dan setelah penjelasan ini Kwarda Aceh tidak melayani polemik yang dibuat-biuat melalui medsos", Tutup Ketua Harian Kwarda Aceh Ir. H.Djufri Effendi. M.Si (R1)