Simulasi Mahasiswa Hubungan Internasioal Bersama Kemenlu RI -->

Simulasi Mahasiswa Hubungan Internasioal Bersama Kemenlu RI

Saturday, 12 November 2016

http://www.bidikkabar.com/2016/11/simulasi-mahasiswa-hubungan.html
Kementerian Luar Negeri RI c.q. Direktorat Diplomasi Publik, Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Budi Luhur telah menyelenggarakan Short Diplomatic Course (SDC): Simulasi Sidang Bali Democracy Forum (BDF) III di Ruang Nusantara Kementerian Luar Negeri, pada tanggal 10 November 2016. Short Diplomatic Course tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PNMHII) ke-28.
SDC Simulasi Sidang BDF diikuti oleh 85 mahasiswa dari 49 universitas di berbagai wilayah Indonesia, antara lain Universitas Andalas, Universitas Riau, Universitas Lampung, Universitas Indonesia, The London School of Public Relations, Universitas Padjadjaran, Universitas Gajah Mada, Universitas Tanjungpura, Universitas Cenderawasih, dan Universitas Budi Luhur yang menjadi tuan rumah dan Panitia Penyelenggara PMNHII ke-28. Turut serta mendampingi para mahasiswa, Duta Besar Sunten Z. Manurung, Senior AdviserUniversitas Budi Luhur.
SDC Simulasi Sidang BDF bertujuan untuk memperkenalkan kepada kalangan mahasiswa, salah satu agenda penting tahunan Kementerian Luar Negeri RI, yakni Bali Democracy Forum. Melalui simulasi Sidang BDF III dengan tema Democracy and the Promotion of Peace and Stability, diharapkan para mahasiswa mendapatkan first-hand experience dengan mempraktekkan secara langsung jalannya persidangan, serta melakoni peran sebagai presidents, prime ministers, ministers for foreign affairs, delegates, dan co-chair. Selain belajar menyampaikan statements, rights of reply, arguments dan counter-arguments secara elegan dalam bahasa Inggris, para mahasiswa juga mempelajari tata cara persidangan, manajemen waktu dan protokol dalam persidangan.
Kegiatan simulasi dipandu dan dievaluasi oleh Duta Besar Sunten Z. Manurung dan Staf Direktorat Diplomasi Publik.[R2]