Lagi, Remaja Aceh Terbukti Berzina dicambuk -->

Lagi, Remaja Aceh Terbukti Berzina dicambuk

Tuesday, 29 November 2016

www.bidikkabar.com/2016/11/lagi-remaja-aceh-terbukti-berzina.html

Banda Aceh - Pasangan remaja di kota Banda Aceh dicambuk 100 kali usai diputuskan terbukti berzina melalui sidang kasus terkait oleh Pengadilan Negeri setempat.

Sejoli diluar nikah itu mengaku di depan hakim telah bersetubuh di sebuah rumah kos dalam kawasan gampong Beurawe, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Pantauan media ini, ratusan warga ikut menyaksikan eksekusi cambuk yang digelar di Masjid Ar-Rahman kompleks Perumahan Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh, pada Senin, 28/11/2016.

Sepasang remaja yang dicambuk itu, masing-masing berinisial Z (19 tahun) dan R (19 tahun), mereka warga asal kabupaten Aceh Besar. Pasangan tersebut ditangkap warga ketika sedang mesum di sebuah rumah indekos di kawasan Beurawe dua bulan lalu.

Proses cambuk sebanyak seratus kali itu melibatkan dua algojo. Satu algojo mencambuk dengan kelipatan 20 kali. Tim kesehatan terlihat berkali-kali menawarkan kedua terdakwa air minum.

Kepala Satuan Polisi Syariat Islam Aceh, Wilayatul Hisbah Kota Banda Aceh, Yusnardi, mengatakan bahwa Jaksa Penuntut menuntut pasangan remaja itu dengan pasal ikhtilat atau bermesraan.

“Keduanya bersumpah dan mengaku bersumpah di depan hakim. Itulah alasannya hakim memutuskan hukuman cambuk seratus kali," ujar Yusnardi.

Dalam hukum jinayat, hakim dapat memutuskan seseorang berzina jika ada empat orang saksi yang melihat secara langsung perbuatan mereka. Selain itu, pengakuan terpidana dan sumpah juga menjadi landasan hukuman dan itu lebih kuat dibandingkan saksi.

Selain dua remaja tersebut , dua pasangan lain juga dieksekusi di masjid yang sama. Mereka ditangkap petugas sedang berkhalwat alias berduaan di tempat sepi serta satu lagi pasangan ikhtilat. Satu terpidana ikhtilat batal dicambuk karena sedang hamil dua bulan.

Pasangan ikhtilat, berinisial Mh (18 tahun), warga kabupaten Aceh Utara, dan pasangannya yang sedang hamil dua bulan. Mereka ditangkap warga di kawasan Kompleks Cinta Kasih Gampong Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Mereka divonis 25 kali sabetan rotan.

Pasangan berikutnya berinisial A (32 tahun), warga kabupaten Aceh Besar; dan S (34 tahun), warga kota Sigli kabupaten aceh pidie, ditangkap petugas polisi syariat islam di kawasan Peunayong kota Banda Aceh. Mereka divonis delapan kali cambuk rotan. (R1)