Kepala BKKBN Dilantik Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Pramuka Saka Kencana -->

Kepala BKKBN Dilantik Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Pramuka Saka Kencana

Monday, 21 November 2016

www.bidikkabar.com/2016/11/kepala-bkkbn-dilantik-sebagai-ketua.html?m=1

Dalam sambutanya Adhyaksa menyatakan Saka Kencana punya peran penting untuk membantu BKKBN dalam menjalankan programnya, terutama dalam pengendalian jumlah penduduk Indonesia yang setiap tahun terus meningkat.
Masalah kependudukan, kata Adhyaksa harus menjadi perhatian penting Gerakan Pramuka. ‎Pasalnya, tidak kurang dari 5 juta bayi di Indonesia lahir setiap tahun yang membutuhkan pangan, sandang, kesehatan, pendidikan dan kebutuhan dasar lainnya.
Jumlah kelahiran setiap tahun di Indonesia lebih tinggi dari jumlah penduduk Singapura yang hanya sekitar 4 juta orang. Sedangkan angka kematian bayi masih sekitar 34 per 1000 kelahiran hidup. Jadi setiap tahun sekitar 150.000 dari 5 juta bayi yang meninggal berumur kurang dari setahun.
“Bayangkan bila 5 juta kelahiran setiap tahunnya tidak diimbangi dengan pemenuhan kebutuhan dasarnya, maka berdosalah negara dan bangsa ini karena tidak dapat memenuhi kebutuhan rakyatnya,” ujar Adhyaksa, di Kantor BKKBN, Jakarta Timur, Senin (21/11/2016).
Oleh karena itu, untuk menjadikan rakyat yang sehat dan kuat, maka diperlukan upaya komprehensif yang memungkinkan setiap keluarga dapat hidup layak dan sejahtera. Program keluarga berencana (KB) yang dahulu sangat populer kini dinilai  mulai menurun.
“Jadi kita perlu ‎kampanyekan kembali sehingga kaum muda kita dapat merencanakan kehidupan keluarga kelak yang bahagia dan sejahtera,” tuturnya. ‎

Menurutnya, Gerakan Pramuka bertujuan mencetak kaum muda calon pemimpin yang berkarakter. Sedangkan BKKBN sebagai lembaga pemerintah yang bertugas dan fungsinya melakukan pembinaan kepada kaum muda dan keluarga agar dapat merencanakan dalam hidupnya untuk berkeluarga yang sejahtera.
“Gerakan Pramuka yang sasarannya adalah peserta didik  berusia 7 sd 25 tahun sangat potensial untuk pembawa pesan “Generasi Berencana” utamanya adik-adik kita Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang cepat atau lambat memasuki dunia keluarga,” jelasnya. ‎

Diharapkan dengan eksistensi dan semakin aktifnya Saka Kencana di berbagai tingkatan ini menjadikan para anggotanya dapat memiliki pengetahuan, ketrampilan dan pengalaman dalam bidang kependudukan dan keluarga berencana.‎

Sementara itu, Surya menyebut, berdasarkan data Bappenas, pada tahun 2016 jumlah penduduk Indonesia mencapai 258,7 juta jiwa. Sebanyak 66,3 juta jiwa diantaranya adalah remaja usia 10-24 tahun. Artinya, 1 dari setiap 4 penduduk Indonesia adalah‎ remaja.
Karena itu, menciptakan remaja yang berkualitas‎, setidaknya ada dua hal yang diperhatikan, yakni peningkatan kompetensi dan pembangunan karakter. Keduanya harus dilakukan melalui revolusi mental.
“Mengapa revolusi mental, karena remaja akan memiliki gerakan hidup baru untuk mengubah cara pandang, pola pikir, sikap, nilai, dan prilaku bangsa bangsa. Tentu dalam prakteknya perlu melibatkan Pramuka sebagai kaum muda yang memiliki potensi itu,” terangnya.
Ia mengatakan, fungsi dan tugas BKKBN selaras dengan tujuan Gerakan Pramuka yakni mewujudkan Generasi Berencana. Generasi ini dimaksudkan memiliki perencanaan yang matang, secara pendidikan, berkarir, bekerja, hingga menjalin keluarga.
“Pramuka bisa membantu, karena bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat ‎agar menghindari seks pranikah, narkoba, dan memahami isu-isu kependudukan,” jelasnya.
Acara pelantikan juga dihadiri oleh Rafli Effendy (Sekretaris Jenderal Kwarnas), Kak Abdul Shobur (Waka Bidang Lingkungan Hidup Kwarnas), dan Marbawi (Waka ‎Bidang Renbangma), serta jajaran pejabat BKKBN.(humas kwarnas/MD)