Kemlu dan Kemtan Laksanakan Diplomatic Tour di Boyolali -->

Kemlu dan Kemtan Laksanakan Diplomatic Tour di Boyolali

Tuesday, 1 November 2016

http://www.bidikkabar.com/2016/11/kemlu-dan-kemtan-laksanakan-diplomatic.html

Boyolali - Bertajuk Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-XXXVI yang dirayakan di Kota Boyolali, Jawa Tengah tanggal 28 Oktober 2016, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bekerja sama dengan Kementerian Pertanian (Kemtan) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah selenggarakan Diplomatic Tour HPS XXVI 2016. Rangkaian Diplomatic Tourtersebut berlangsung dari tanggal 27 – 28 Oktober 2016 dan dihadiri oleh para diplomat dari 21 negara sahabat, 2 pejabat perwakilan organisasi internasional, dan seorang Konsul Kehormatan.

Walikota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo bersama wakilnya Dr. H. Achmad Purnomo menyambut kedatangan para peserta Diplomatic Tour di Solo, dengan jamuan makan malam di Loji Gandrung, Kamis, 27 Oktober 2016.

Rangkaian kegiatan berlangsung sepanjang hari Jumat, tanggal 28 Oktober 2016. Para diplomat negara-negara sahabat tersebut berkesempatan mengunjungi beberapa lokasi obyek wisata di Solo dan Boyolali, antara lain Kampung Batik Laweyan, dimana mereka menyaksikan dan mempelajari proses pembuatan kain batik. Tak sedikit pula yang memanfaatkan kunjungan tersebut untuk belanja berbagai jenis produk batik yang dijajakan di toko di Kampung Batik Laweyan.

Selain itu, para peserta Diplomatic Tour juga mengunjungi Museum Manusia Purba Sangiran, Desa Udang Cepokosawit, serta terlibat dalam penanaman pohon jakaranda di depan kantor Pemerintah Kabupaten Boyolali.

Rangkaian acara Diplomatic Tour ditutup dengan gala dinner di Rumah Dinas Bupati Boyolali yang disambut oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Dr. Ir. Sri Puryono Karto Soedarmo, MP dan Bupati Boyolali Drs. Seno Samodro. Melalui sambutannya, Bapak Bupati mengucapkan terima kasih atas kehadiran para peserta ke Boyolali, dan memaparkan beberapa capaian Kabupaten Boyolali di tahun 2016, antara lain pertumbuhan ekonomi yang meningkat sebesar 6,8%, pembebasan pajak bagi sawah yang luasnya dibawah 5.000m2, serta program smart city melalui telepon gratis bagi PNS.

Melalui rangkaian program Diplomatic Tour diharapkan dapat semakin memperkenalkan potensi-potensi daerah-daerah Indonesia kepada kalangan internasional.[Dina]