Indonesia Sudah Bangun 4 Sekolah Untuk Rohingya di Rakhine State, Myanmar -->

Indonesia Sudah Bangun 4 Sekolah Untuk Rohingya di Rakhine State, Myanmar

Monday, 21 November 2016


Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi meminta otoritas Myanmar mengklarifikasi kebenaran informasi tersebut.

"Tugas kita adalah meminta klarifikasi mengenai kebenaran dari informasi-informasi tersebut," kata Retno. Senin (21/11)

Pada Senin pagi, Dirjen Asia Pasifik Afrika melakukan pertemuan dengan Duta Besar Myanmar di Jakarta. Myanmar didesak untuk menyampaikan perkembangan kondisi muslim Rohingya.

"Sekali lagi, kita menyampaikan pentingnya bagi pemerintah Myanmar untuk menyampaikan informasi mengenai situasi yang ada di Rakhine State (Myanmar)," ujar dia.

Retno menambahkan, sejauh ini, antara Indonesia dengan Myanmar masih menjalin hubungan kerja sama. Dengan hubungan yang baik itu, Indonesia berharap Myanmar bisa memberikan informasi valid mengenai situasi keamanan di Rakhine State.

"Sejak dari dulu kita selalu meng-engage pemerintah Myanmar memberikan capacity building, memberikan bantuan teknis untuk isu-isu yang dinilai sangat penting dan besar untuk kebutuhan pemerintah Myanmar. Untuk meningkatkan situasi keamanan dan kesejahteraan di Rakhine State," kata dia.

"Misalnya kita sudah lebih dari 10 kali bekerja dengan pemerintah Myanmar melakukan capacity building untuk isu yang terkait dengan good governance, demokrasi, HAM, desentralisasi, dan sebagainya," sambung dia.

Belajar dari kerja sama sebelumnya, Retno menegaskan Indonesia hanya menginginkan ada upaya kedua negara dalam berbagi informasi. 

"Kita pernah menghadapi situasi yang juga moralize sama dengan Myanmar tapi kita bisa mentransformasikan menjadi sebuah negara yang demokratis," tambah Retno.

Terkait upaya pemerintah Indonesia membantu masyarakat di Rakhine State, Retno menyebut sudah membangun empat sekolah Indonesia. Pembangunan sekolah itu berkat kerja sama dengan pemerintah setempat.

"Jadi kita terlibat dalam pengembangan atau pembangunan fasilitas pendidikan untuk semua. Jadi untuk semua inclusiveness itu sangat penting. Kita juga bersama-sama dengan pemerintah Myanmar dengan pemerintah kita di sini juga untuk penyediaan alat-alat atau fasilitas kesehatan. Itu juga kita lakukan," bebernya.

"Karena sekali lagi pada saat kita bicara kebutuhan dasar sebuah komunitas maka pendidikan dan kesehatan menjadi salah satu kuncinya dan itu dilakukan oleh Indonesia bersama beberapa LSM Indonesia di sini membangun Rakhine State yang inklusif. Kunci inklusif ini penting sekali," tutup Retno. (MDK/R2)