Festival Wonderful Indonesia Ke-3 2016 dikunjungi Ribuan Wisatawan Mancanegara -->

Festival Wonderful Indonesia Ke-3 2016 dikunjungi Ribuan Wisatawan Mancanegara

Wednesday, 9 November 2016

http://www.bidikkabar.com/2016/11/festival-wonderful-indonesia-ke-3-2016.html

PONTIANAK - Dalam rangka promosi pariwisata untuk mencapai target kunjungan 2 juta wisman asal Malaysia, Kemenpar didukung oleh KJRI Kuching kembali menggelar Festival Wonderful Indonesia untuk yang ke-3 kalinya di wilayah Kabupaten Sambas. Dan ini juga  yang terakhir dilaksanakan di Lapangan Terminal Sajingan Besar, Kalimantan Barat pada tanggal 5 dan 6 November 2016
Berdasarkan data resmi dari Kantor Pos Imigrasi Aruk, kunjungan wisatawan asal Sarawak, Malaysia yang menghadiri festival terdapat peningkatan yang spektakuler yaitu 6.137 wisman yang terdiri dari tanggal 5 November 2016 sejumlah 1.432 wisman dan 4.705 wisman pada tanggal 5 November 2016, jika dibandingkan dengan penyelenggaraan sebelumnya pada bulan September lalu  yang dikunjungi oleh 3.332 orang wisman asal Sarawak.
Pada acara pembukaan hadir Bupati dan Wakil Bupati Sambas, Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Kuching yang mewakili Konjen RI di Kuching, Kapolres, Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat, Asisten Deputi BNPP dan beberapa pejabat di lingkungan provinsi Kalimantan Barat lainnya.
Bupati Sambas, H. Atbah Romin Suhaili LC mengatakan untuk menarik wisatawan asing agar datang ke Sambas selain harus ditingkatkan daya tarik berupa pembangunan sarana infrastruktur juga perlu diberikan kenyamanan kepada pengunjung agar dapat menikmati potensi wisata di Sambas serta berbelanja dengan leluasa dan menyenangkan tanpa adanya pungli dan tindak kriminal lainnya yang selain akan membuat orang takut untuk berkunjung juga akan mencemarkan nama baik bangsa dan negara di mata asing.
Sementara itu Pelaksana Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya, KJRI Kuching, Marisa Febriana Wardani yang mewakili Konsul Jenderal RI di Kuching dalam sambutannya menyampaikan bahwa KJRI Kuching selaku perwakilan pemerintah Indonesia untuk silayah Sarawak memberikan dukungan penuh untuk menghadirkan sebanyak mungkin wisman hadir ke Indonesia melalui cross border. Pada kegiatan kali ini kehadiran KJRI diiringi oleh rombongan wartawan dari media utama di Sarawak bahkan diantaranya media nasional Malaysia, karena tidak dapat dipungkiri bahwa peran media sangat besar dalam mempublikasikan pariwisata Indonesia di manca negara.
Perbatasan Aruk-Biawak  adalah salah satu pintu masuk ke Indonesia dari Malaysia   (selain border Entikong-Tebedu  dan border Nanga Badau-Lubuk Antu) yang berbatasan darat langsung dengan Sarawak dapat dikembangkan menjadi salah satu penyumbang besar masuknya wisman dari Malaysia terutama dari Negara Bagian Sarawak. 
Wilayah perbatasan di Kabupaten Sambas memiliki daya tarik tersendiri dalam menarik kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara. Hamparan pantai di Kecamatan Paloh yang memiliki garis pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia sepanjang lebih dari 62 kilometer, hingga daerah perbukitan di kecamatan lainnya memiliki tempat menarik untuk dikunjungi, seperti air terjun dan biodiversiti hutan yang masih alami. Dari produk lokal masyarakat Sambas yang menjadi andalan adalah kain tenun khas dari Sambas yang sudah terkenal di Malaysia dan Brunei. Dengan berbagai potensi yang dimiliki, adalah peluang besar bagi Kabupaten Sambas dalam mengelola dan mengemas potensi wisata alam dan budaya yang ada serta mengembangkannya, sehingga bisa tetap berkelanjutan, ramah lingkungan, ramah masyarakat, dan juga ramah bagi wisatawan.[b]