Di Bengkulu, Asap diubah Jadi Cairan Pestisida -->

Di Bengkulu, Asap diubah Jadi Cairan Pestisida

Tuesday, 29 November 2016


Bengkulu - Seorang pegawai negeri sipil Dinas pertanian di-Bengkulu, Didin Hamdani bereksperimen sejak tahun 2012, hingga berhasil mengadirkan cara baru mengolah sampah. Didin mengaku karyanya baru total berhasil pada tahun 2016 karena soal peralatan yang saat itu belum ada. Hingga alatnya jadi kata Didin menelan biaya hingga berkisar 8-10 juta untuk biaya peralatan.

Didin Hamdani menyampaikan, motivasinya melakukan ini untuk masa depan kemanusian karena menurutnya sampah jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi sumber penyakit dan mengancam hidup manusia.

Penenemuan Didin yang dapat mengubah asap menjadi cairan pestisida dari hasil pengembunan, dirangkai sedemikian rupa berawal dari sampah yang panaskan tungku pemanas, disalurkan melalui pipa paralon, kemudian dijalankan dengan mesin diesel, hingga mengeluarkan cairan yang berguna sebagai pestisida penangkal hama tanaman.

Alat yang saat ini sudah digunakan warga se-desanya Pekik Nyaring, Kecamatan Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu tengah, Provinsi Bengkulu, diberi nama Dapur Pembakar Sampah Tanpa Asap, bahkan saat ini sudah dikenalkan ke berbagai daerah se indonesia antara lain, Lombok, Bandung, Surabaya, hingga Makasar. (AN)