Terlibat Pungli Oknum Aparatur Perhubungan di-Papua Terancam Dipecat -->

Terlibat Pungli Oknum Aparatur Perhubungan di-Papua Terancam Dipecat

Tuesday, 25 October 2016

http://www.bidikkabar.com/2016/10/terlibat-pungli-oknum-aparatur.html
Papua - Kepala Dinas Perhubungan Papua Djuli Mambaya, menggaransi bakal segera membebas tugaskan stafnya yang tertangkap tangan terlibat pungutan liar (pungli).

Hal ini disampaikan Djuli Mambaya di Jayapura, Rabu (19/10) kemarin.

“Bapak Presiden Jokowi sudah sudah menyatakan akan memecat oknum ASN yang melakukan pungutan liar. Memang untuk memecat bukan menjadi ranah saya, tapi saya tentu akan memberi sanksi setimpal, yaitu membebas tugaskan aparatur saya," jelas Djuli.

Karena itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai tetapi juga melaporkan perilaku oknum perhubungan tak bertanggungjawab yang melakukan pungutan liar.

Sebab pemerintah pusat saat ini tengah gencar-gencarnya menggerakan "stop pungli" di masing-masing instansi yang ada di bawahnya. "Sehingga saya selalu mengingatkan kepada para staf dan pegawai khususnya di Dinas Perhubungan, supaya melakukan pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat."

“Karena dengan melakukan pungutan liar pada pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, kita tentu akan menciderai hati rakyat. Sehingga kami akan tegas. Saya bahkan, sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi dibawah kami seperti Pelindo Jayapura untuk mengecek sejauh mana pelayanan di pelabuhan bagi masyarakat dan mengingatkan soal pungutan liar tersebut untuk diberantas," katanya.

Sementara menyoal rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Puncak yang akan memperpanjang landasan di Bandara Aminggaru, Ilaga sepanjang 1.600 meter pada tahun depan, Kepala Dinas Djuli mengatakan bandara tersebut sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Awalnya panjang Bandara Ilaga ini hanya 600 meter dan rencananya akan ditambah menjadi 1.600 meter. Bahkan pembangunan Bandara Ilaga ini akan bergeser 23 derajat dan akan segera dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan RI di 2017,” tutur dia.

Sebelumnya, Pemkab Puncak rencananya akan memperpanjang landasan di Bandara Aminggaru, Ilaga sepanjang 1.500 meter pada tahun depan.

Bupati Puncak Willem Wandik, mengatakan perpanjangan landasan Bandara Ilaga ini untuk mengantisipasi sering kecelakaan pesawat yang terjadi di bandara tersebut.

"Letak Bandara Aminggaru, Distrik Ilaga berada di atas lereng bukit sangat rawan terjadi kecelakaan, apalagi ditambah faktor cuaca, di mana sering turun hujan menyebabkan runway licin seringkali menjadi penyebab pesawat tergelincir saat mendarat," ujar dia. (cH/pemprov papua)