Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Ini Hasilnya -->

Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-JK Ini Hasilnya

Friday, 21 October 2016



Jakarta : Hari ini 20 oktober 2016  Joko Widodo  dan Jusuf Kalla genap dua tahun menjalankan tugasnya sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. 20 oktober 2014 , saat pelantikan di gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat, Senayan, Jakarta, sebagai Presiden dan Wakil Presiden Jokowi - JK bersumpah akan menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya.     

Berbeda dengan  tahun pertama, kepemimpinan Jokowi – Jk dipandang masih banyak kekurangan yang dinilai kurang memuaskan bagi masyarakat, namun di tahun kedua, sejumlah survey yang dilakukan oleh berbagai lembaga survey pada kurun waktu yang berbeda , hasilnya menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap capaian kinerja Jokowi – JK. Berdasarkan  Survey yang dilakukan beberapa Lembaga Survey pada Januari 2016, hasilnya  menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi. 
    

Terlepas dari berbagai masalah yang dihadapi pemerintah,  tingkat kepercayaan pada Presiden Jokowi mampu memimpin bangsa ini tetap tinggi. Keyakinan akan kemampuan Jokowi ini memang tidak disertai dengan keyakinan publik akan kualitas para menteri. Survey bulan Maret menyimpulkan Jokowi mulai meletakkan fondasi ekonomi baik dalam bidang ketahanan pangan, kedaulatan pangan, tol laut, serta pembangunan infrastruktur baik pembangunan yang dimulai dari pinggiran desa sampai ke pelosok-pelosok. 
    


Di tengah perekonomian global yang masih lesu, Indonesia terus berusaha meningkatkan daya saing dan mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri, pemerintah kembali mengeluarkan Paket Kebijakan Ekonomi  XI untuk memberi stimulus terhadap perekonomian nasional. Kali ini, kebijakan pemerintah menyentuh beberapa sektor yang melibatkan pengusaha kecil maupun industri.     

Disusul dengan paket paket  kebijakan berikutnya, yang diharapkan mampu mendorong perbaikan iklim investasi di Indonesia. Reshuffel kabinet tercatat beberapa kali dilakukan untuk 
penguatan kinerja pemerintahan. Jokowi menginginkan Kabinet yang bekerja cepat dalam tim yang solid dan kompak. Kabinet yang bekerja untuk rakyat , memberikan manfaat yang nyata dan dirasakan oleh rakyat, meskipun juga tercatat ada yang cacat akibat dwi kewarganegaraan. 
    

Pemerintahan Presiden Jokowi bersama Wakil Presiden Yusuf Kalla  juga berani memanfaatkan instrumen moneter, kebijakan fiskal dan administrasi untuk melakukan perbaikan. Tax Amnesty yang sempat mengundang kegelisahan masyarakat, akhirnya membuahkan hasil , walaupun masih perlu dilanjutkan untuk target utama. Berbagai pembangunan infra struktur, membangun Papua dan daerah pinggiran serta wilayah terdepan NKRI yang diikuti dengan berberapa kali kunjungan kerja ,  disadari atau tidak merupakan upaya pemantauan pelaksanaan pembangunan di daerah secara langsung oleh Presiden .


Pemotongan anggaran kementrian lembaga yang cukup besar yang dilakukan  di tahun ke dua , juga merupakan langkah berani dan cukup beresiko terhadap kelangsungan sejumlah kegiatan kementrian dan lembaga. Ditengah kesuksesan bidang kelautan dan perikanan , tingginya harga gas di dalam negeri,  kelistrikan, dan harga daging sapi diikuti sejumlah komoditas lain , masih harus diatasi. Tidak kalah pentingnya juga tentang narkoba , korupsi,  pungli dan regulasi serta hukum yang masih tajam dan runcing ke bawah tumpul ke atas. 
    

Jokowi – JK sudah berbuat untuk Indonesia, dan masih harus berbuat untuk  rakyatnya, semoga tidak terlena , tetap waspada dengan segala kebijakan. (Rz/RRI)