Rapa'i Geleng Wakili Indonesia ke International Folklore 17 di Mesir -->

Rapa'i Geleng Wakili Indonesia ke International Folklore 17 di Mesir

Monday, 5 September 2016

Kairo: Indonesia turutserta pada festival tari tradisional “Ismailia International Folklore” di provinsi Ismailia, Mesir, yang diwakili oleh kelompok tari “Rapai Geleng” dari keluarga mahasiswa Aceh (KMA).
Manajer yang juga merupakan personil “Rapai Geleng”, Adun Ikhtar Arahas, mengatakan, pihaknya merasa bangga dan takjub dengan apresiasi yang diberikan oleh para petinggi Mesir maupun pengunjung lainnya, yang memadati gedung seni dan budaya Ismailia pada Minggu malam waktu setempat.
“Khusus untuk malam ini kita lihat semua tarian itu hampir sama, pakai gendang dan penyanyinya dengan seruling. Tapi, sewaktu penampilan kita dengan tidak ada musik dan hanya dengan membawa gendang mungkin mereka juga keheranan kemudian merasa takjub dengan gerakan kita yang lambat tiba-tiba wah menjadi cepat gitu,” papar Adun kepada wartawan ketika ditemui di Ismailia, Minggu malam.
Dijelaskan Adun, kelompok tari yang terdiri atas 12 personil itupun akan memberikan penampilan terbaik mereka selama sepekan penyelenggaraan festival yang akan berakhir pada 9 September itu.
“Salahsatunya, kami akan memberikan kejutan kepada para pengunjung melalui koreografi baru yang sengaja dikreasikan bagi festival ini,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama duta besar RI di Kairo, Helmy Fauzy, mengatakan, dukungan besar diberikan kepada “Rapai Geleng” yang memiliki kesempatan kesekian kalinya untuk membuat harum Indonesia dihadapan masyarakat internasional melalui seni tari.
Sedangkan, dorongan serupapun ditujukan kepada kelompok seni dan budaya mahasiswa Indonesia lainnya di Mesir.
“Ini pertama-tama adalah suatu upaya yang kita dukung, keterlibatan dalam festival-festival seni dan pertunjukkan di Mesir. Khususnya, festival seni atau folklore di Ismailia ini. Jadi, kita ingin menggunakan ini sebagai ajang kita untuk diplomasi budaya memperkenalkan Indonesia,” jelas Helmy Fauzy.
Menteri kebudayaan Mesir, Helmy El Namnam mengatakan, kesukseskan pelaksanaan Ismailia International Folklore 16 tahun sebelumnya, diharapkan dapat terulang kembali pada penyelenggaraannya ditahun ini.
“Saya berharap kesuksesan berbagai festival berkelas internasional yang diselenggarakan kementerian kebudayaan Mesir, berdampak pada semakin terlestarikannya khasanah kebudayaan yang dimiliki dengan melibatkan peran kelompok seni budaya negara lain,” tutupnya. (RRI)