Pemerintah Targetkan Seluruh Indonesia Terapkan Smart City Pertengahan 2017 -->

Pemerintah Targetkan Seluruh Indonesia Terapkan Smart City Pertengahan 2017

Thursday, 8 September 2016

Yogyakarta : Menteri Dalam negeri Cahyo Kumolo menargetkan semua pemerintah daerah di Indonesia telah menerapkan konsep Smart City pada pertengahan tahun 2017, bahkan diharapkan pemilukada tahun 2019 sudah bisa dilaksanakan secara elektronik. 

Mendagri mengatakan, saat ini baru 80 persen wilayah di Indonesia menerapkan pendataan  secara elektronik. Ia juga mengakui, masih terdapat berbagai perbedaan dalam pengembangan konsep Smart City di sejumlah daerah.

“Target kami tahun depan. Kami juga sepakat dengan KPK itu e-planning juga mutlak, e-budgeting juga mulai terdata dengan baik. Kontrol masyarakat bisa mudah. Kami baru menyelesaikan 80 persen desa di Indonesia memiliki data, misalnya, data penduduk semua warga dan memiliki system yang sama”, jelas Cahyo Kumolo usai membuka  Simposium Smart City di kampus UGM, Rabu (7/9/2016).

Menurut Mendagri Cahyo Kumolo, sebagai awal dari target implementasi Smart City, pada akhir tahun ini semua wilayah di Indonesia diharapkan  telah merampungkan E-KTP. Ia menambahkan, sementara ini masih terdapat data E-KTP sebanyak 22 juta belum terekam dan atau belum dilakukan pemutakhiran data.

“Untuk mengawali kalau bisa akhir tahun ini data per-desa per-kalurahan lewat model e-KTP.  Yang 22 juta belum merekam itu datanya lengkap tetapi masalahnya datanya ada tetapi sudah merekam atau belum. Semoga akhir tahun ini yang 22 juta datang merekam. Setelah merekam lalu bisa online, bisa buat cari SIM, atau keperluan apa sudah mudah”, tambah Mendagri.

Simposium Smart City 2016 di kampus UGM diselenggarakan bersama Center for Digital Society Fisipol UGM dan Microsoft Indonesia, menampilkan sejumlah kepala daerah untuk berbagi pengalaman mengembangkan Smart City.(RRI)