Jelang Sidang Umum PBB, New York Diguncang Bom dan Lukai Puluhan Orang -->

Jelang Sidang Umum PBB, New York Diguncang Bom dan Lukai Puluhan Orang

Tuesday, 20 September 2016

AS - Menjelang Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang akan berlangsung pada Senin 19 September 2016, di New York, Amerika Serikat, diguncang bom. Bom yang diletakan di tempat sampah, meledak di 23 Street dan Sixth Avenue, Chelsea, Sabtu (17/9/2016) malam.
Laporan koresponden New York; "bom melukai 29 orang, satu diantaranya adalah bocah laki-laki berusia delapan tahun".
"Puluhan orang tersebut mengalami luka berat karena kerasnya ledakan bom," terangnya.
Walikota New York menyebut insiden tersebut sebagai ‘intentional’ atau perbuatan yang disengaja.
Jelang SU PBB, ribuan aparat keamanan telah disiagakan. Biasanya dua atau tiga hari jelang SU PBB, pemimpin negara telah berdatangan dan menginap di hotel-hotel yang tidak jauh dari Markas PBB seperti 22 Street, 23 Street dan 24 street. Tentunya insiden ledakan bom, menjadi perhatian petugas keamanan. Apalagi pada pada hari yang sama tepatnya pukul 06.00 waktu setempat, di negara tetangga New Jersey juga diguncang bom pipa. Terdapat tiga bom, namun yang meledak satu bom.
Bom yang meledak di Seaside Park, New Jersey , bertepatan dengan digelarnya lomba lari marathon yang diikuti oleh ribuan pelari . Mereka berpartisipasi dalam lomba amal . Tidak ada korban baik luka maupun jiwa.

Aparat keamanan AS dikabarkan telah membekuk tersangka peledakan bom New York, Ahmad Khan Rahimi, di kota Linden, New Jersey, Senin (19/9/2016).

Sebelumnya FBI merilis foto Ahmad Khan Rahami (28) yang memiliki rambut, mata, dan cambang berwarna coklat.

FBI mengatakan, dia terakhir diketahui tinggal di kota Elizabeth yang tak jauh dari bandara internasional Newark.

"Dia harus dianggap berbahaya dan bersenjata," demikian pesan singkat yang disampaikan FBI ke jutaan warga New York.

Sementara itu, kepolisin New Jersey mengatakan, Rahami akan diperiksa terkait ledakan bom pipa di Seaside Park pada Sabtu (17/9/2016) pagi.

Ledakan itu tidak mengakibatkan korban, tetapi membuat sebuah ajang yang akan diselenggarakan Korps Marinir AS batal.

Selain itu, Rahimi juga akan ditanyai terkait ledakan bom di Chelsea, New York, yang mengakibatkan 29 orang terluka.

Penemuan sejumlah bom di stasiun kereta api Elizabeth pada Minggu malam yang kemudian dijinakkan FBI, memicu dugaan bom tersebut terkait dengan dua serangan terdahulu di New Jersey dan Manhattan.

Di Manhattan, polisi berhasil menjinakkan sebuah panci bertekanan yang dimodifikasi menjadi bahan peledak.

"Kemungkinan terdapat kaitan atau orang-orang yang sama di belakang semua bom tersebut," kata Gubernur New York, Andrew Cuomo.
"Saya akan sangat terkejut jika kami menemukan sebuah koneksi asing di balik insiden ini," tambah Cuomo.

Sebelumnya, para penyidik mengatakan belum menemukan kaitan antara Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) atau kelompok teroris asing lainnya.

Dirilisnya nama Rahami merupakan sebuah perkembangan besar dalam investigasi ledakan bom di New York yang selain mengakibatkan korban luka juga merusak sejumlah gedung di kawasan itu.(Z)