PRAMUKA DAN AJARAN ISLAM -->

PRAMUKA DAN AJARAN ISLAM

Wednesday, 24 August 2016


http://www.bidikkabar.com/2016/08/pramuka-dan-ajaran-islam.html

Bismillahirrahmanirrahim
            Gerakan pramuka sebagai suatu  bentuk  pendidikan luar sekolah telah merangkai kegiatan disekolah dengan dirumah sehingga merupakan suatu kesinambungan pendidikan yang tak terputus.
            Konsep  semacam itu tentu sudah tak asing bagi umat islam, 1434 tahun lalu Nabi Muhammad SAW mencetuskan bahwa “Thalabul ilma faridhatun ‘ala kulli muslimin wa muslimat”, menuntut ilmu wajib bagi setiapmuslim laki dan perempuan.
            Juga diperintahkan oleh beliau “ Utlubul ilmi minal mahdi ilallahdi”, tuntutlah ilmu sejak buaian sampai  liang kubur.
            Jadi jelaslah bahwa  pendidikan seumur hidup yang terpadu itulah konsep islam. Pendidikan bagi islam bukanlah monopoli orang muda saja, semua harus belajar dan belajar tidak mengenal batas waktu serta uang, dimana saja, kapan saja, pendidikan harus berlangsung.
            Islam menolak  sistem pendidikan setengah-setengah hati, yang tidak integral, yakni disekolah diajarkan berbudi luhur, berakhlak mulia, tetapi diluar dibiarkan. Tontonan film-film yang bejat dan ditelevisi dicontohkan hal-hal yang sebaliknya. Dirumah dididik hidup sederhana tapi dijalanan dicontohkan hidup berfoya-foya  dan seterusnya.
            Bagaikan membangun tembok tapi diujung lain dibongkar orang satu bata demi satu bata,maka tak akan kunjung selesai. Begitulah pendididkan sia-sia. Gerakan Pramuka justru mengisi waktu kosong yang berbahaya tadi. Karena konsepsi  yang sama itulah maka Gerakan Pramuka  akan menghasilkan manusia-manusia idealseperti  yang diharapkan islam , tentu apabila menjalankan Anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya, serta Satya – Darmanya.

            Untuk itu mari kita bahas sedikit tentang AD- ART !
            Dalam A.D Gerakan Pramuka Bab 1 pasal 4 ayat 1a, dicantumkan  dengan nyata tujuan Gerakan Pramuka ialah untuk mendidik anak-anak dan pemuda Indonesia yang tinggi mental, moral budi pekerti, serta kuat keyakinan beragama.
Untuk itu Gerakan Pramuka memberi keluasan kepada tiap-tiap anggotanya untuk beribadah, menuntut sesuai agama masing-masing, Bukankah ini juga Lakum dinukum waliayadin, Sebagaimana perintah Al-QUR’AN.
Dan bukan hanya sekedar “Memberi kesempatan” untuk beribadah, tetapi pramuka juga berusaha untuk menanamkan hal itu, seperti yang terbaca dalam pasal 9 ayat 2a; Gerakan Pramuak berusah mencapai tujuannya dengan jalan menanamkan dan mengembangkan pada anggota-anggotanya keprcayaan terhadap tuhan yang maha esa, membimbing anggotanya beribadah menurut agamanya.
Dalam Anggaran Rumah Tangga (ART) lebih ditegaskan lagi yakni pada Bab I pasal  9 ayat 2;Gerakan Pramuka membina anak-anak didiknya supaya menjalankan kewajiban masing-masing terhadap agama atau kepercayaan yang dianutnya.
Dilain pihak, para Pembina Pramuka pun dengan sendirinya harus memelihara sikap yang berdasarkan pada ; Rasa tanggung jawab terhadap Tuhan ( pasal 33 ayat 3c).
Seorang Pembina pramuka tidak boleh mendidik ajaran yang ia sendiri melanggarnya. Inipun dilarang dalam ajaran islam “Kubura maqtan indallahi an taquluna maltaf’alun”,Sangat besar murka Allah bila kau katakan apa yang tidak  kamu kerjakan sendiri (Q.S Shaff ayat 3 ).
Selanjutnya dalam pasal 45 ayat 1a, diuraikan tentang cara Gerakan Pramuka menanamkan dan mengembangkan para pramuka kepercayaan terhadap tuhan yang maha esa, menjalankan kewajiban sebagai  insan Tuhan, dan menghormati agama atau kepercayaan orang lain.
Lantas tanpa tendeng aling-aling lagi dicantumkan dengan tegas pada ayat ke 4 nya pasal 45, Kurikulum pendidikan pramuka harus dimasukan pendidikan tentang agama.
            Jelas sudah bagi kita bahwa, ‘warna” gerakan pramuka ini pada dasarnya religius,sangat menekankan pendidikan agama kepada anak-anak dan pemudanya, dan bukan malah ditunda-tunda. Nanti saja ! kalau sudah tua baru mulai  beragama dengan baik.  Tidak, bahkan dalam islam, jika seorang  anak  berumur 10 tahun belum juga mau shalat, boleh dipukul. Sebagaimana  sabda  nabi Muhammad Saw “ pemuda yang menghabiskan masa mudanya untuk selalu tekun beribadah, maka Ia akan mendapat perlindungan dari Allah dihari kiamat.
Tidak ada dispensasi bagi anak- anak dan pemuda untuk diizinkan bersantai-santai  dan bermain-main melulu.  Agama ditanamkansejak kecil, dan ibadah dibiasakan sejak masa anak-anak, itulah konsep pendidikan pramuka.
            Sekarang mari kita tinjau lebih dalam tentang prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan yang  ternyata sangat berjiwa  islam :
Pasal 34 ayat 2a- prinsip  kesukarelaan , dalam islam disebut  ikhlas,  yang jadi dasar segala tindakan atau amal yangakan diterima oleh Allah.
Ayat 2b -prinsip  kode kehormatan dalam bentuk janji. Orang yang mengingkari janjinya dalam islam disebut munafik.
Ayat 2c- sistim beregu. Istilah islamnya ialah berjamaah. Shalat berjamaah (beregu) pahalanya 27 kali lipat.
Ayat 2h- keprasahajaan dalam hidup , ini juga benar-benar menjadi contoh gaya hidup Rasullullah SAW.  Yang tidak pernah bermewah-mewah. Tidak bolehberlebihan sebab orang yang mubadzir itu, adalah kawan setan.
Ayat 2i- swadaya. Islam mengecam orang-orang yang menengadahkan tangannya tanpa berusaha. “tangan diatas lebih  mulia dari pada tangan dibawah’’,  harta terbaik adalah yang diperoleh dari cucuran keringatnya sendiri.  Seperti yang contohkan oleh para sahabat.
            Keselarasan Gerakan Pramuka dengan ajaran islam makin terbukti lagi bila  kita baca bunyi  janji –janji pramuka pada bab XI.
Pasal 122 ayat 1 – Dwi satya paramuka siaga’’
Aku berjanji akan bersungguh sungguh menjalankankewajiban terhadap Tuhan , dst……
Ayat 2- ketentuan moral pramuka Siaga’’
Dwi darma, “ siaga itu menurut ayah dan bundanya- - siaga itu berani dan tidak  putus asa. Ini sesuai dengan ayatal-qur’an  pada  surat Lukman .
Selanjutnya pasal 123 ayat 1 – tri satya bagi  pramuka penggalang dan penegak.,”demi kehormatanku  aku berjanji bersungguh-sungguh menjalankan kewajiban terhadap tuhan,dst…. (lihat trisatya)…Meolong sesama hidup  menyiapkan diri kemudian  ikut serta membangun masyarakat., menepati dasa darma ( lihat dasa darma).
            Demikianlah, diuraikan Kertas Gerakan Pramuka ternyata senafas dengan ajaran islam. Kini tergantung bagaimana praktek dalam kenyataannya. Apakah setiap ayat dan pasal dari AD & ART Gerakan Pramuka dijalankan dengan baik dan konsekuen ?
Sudahkah para Pembina mengusahakan bahwa pasal danjanji itu harus dilaksanakan ?
Ataukah para pramuka yang masih belia itu sudah dibiasakan berjanji  asal bunyi saja, tanpa melaksanakannya dengan perbuatan-perbuatan ?
Alangkah buruknya jika begitu !

Secara teoritis seharusnya dengan berjanji akan menjalankan kewajiban terhadap tuhan, maka sejak itu  seluruh pramuka yang beragama islam harus konsekuwen dan taat pada hukum al-qur’an dan al-hadist.
Otomatis seluruh pramuka muslim harus shalat 5 waktu, setiap acara dihentikan ketika terdengar azan. Setiap pramuka harus belajar membaca al-qur’an, dan setiap Pembina dari Mabigus sampai Mabinas  harus yang sudah menjalankan ibadah secara teratur.  Karena islam bukan hanya mengatur  tentang shalat saja tetapi juga sistem budaya dan lainnya, maka pramuka yang sudah berjanji tadi harus taat juga  terhadap ketentuan islam seluruhnya.
Pakaian yang menutup aurat bukan  hanya berlaku bagi gudep tertentu atau islam saja, sebab ketentuan pakaian mengikat bagi seluruh  pramuka, juga soal minuman, makanan, pergaulan, nyanyian, acara-acara pramuka,  humor yang porno , harus disaring dulu darisegi agama.
Pendek kata semua hal harus ditinjau kembali, diukur dari segi agama. Wah… berat nih … ? Tetapi, Bukankah janji sudah  diucapkan ?... memang berat, tetapi  itu konsekuwensi yang harus ditempuh,  tidak ada alaternatif, sebab kita tidak ingin mencetak pramuka yang munafik, yang lain ucapan dengan perbuatan, yang melanggar sendiri apa yang  dijanjikan.
            Hanya dengan usaha kerja keras yang tidak tanggung disertai contoh kongkrit dari para Pembina maka AD & ART Gerakan pramuka dapat dijalankan sepenuhnya.
            Dan hanya dengan merealisir AD & ART itulah Gerakan Pramuka berhasil mencapai tujuannya yang berarti juga tujuan dari pendidikan akhlaq menurut ajaran islam .
            Melihat itu semua, maka ternyatalah bahwa Pramuka mesjid atau sistem Gerakan Pramuka Pesantren ( GPP)  adalah bentuk  yang sesuai dan paling  ideal untuk mencapai tujuan-tujuan yang tercantum di AD & ARTGerakan Pramuka dan UU RI NO 12 Tahun 2010 Tentang Gerakan Pramuka.

WASSALAM
 SALAM PRAMUKA !